Bitcoin Catat Rekor 157 Hari di Bawah Hasil Treasury, Menurut Bitfinex
Bitcoin telah berkinerja buruk dari obligasi Treasury selama 157 hari, menandakan perubahan pasar.

Ringkasan Cepat
Ringkasan ini dihasilkan oleh AI, ditinjau oleh ruang redaksi.
Basis futures Bitcoin telah mencapai 157 hari, mendekati rekor.
Memegang Bitcoin menghasilkan kurang dari obligasi Treasury dua tahun.
Dinamika pasar menunjukkan peningkatan pengawasan terhadap kinerja Bitcoin.
Bitcoin’s basis berjangka telah mencapai tonggak penting, sekarang memegang di bawah hasil obligasi Treasury dua tahun selama 157 hari. Menurut tweet baru-baru ini oleh Bitfinex, periode yang diperpanjang ini signifikan karena hanya satu contoh yang tercatat berlangsung lebih lama. Karena pasar terus berfluktuasi, tren ini dapat menunjukkan pergeseran sentimen investor dan strategi yang bergerak maju. Baca lebih lanjut tentang analisis Di sini.Aku tidak tahu.
Apa yang Terjadi?
Pandangan saat ini untuk Bitcoin menunjukkan sinyal campuran di tengah dinamika pasar yang signifikan. Bitcoin sekarang telah menghasilkan kurang dari obligasi Treasury selama 157 hari, situasi yang menimbulkan alarm di kalangan investor. Celah basis futures, yang biasanya menunjukkan harga relatif futures versus spot, telah negatif, menunjukkan bahwa pedagang bersedia membayar premi untuk pengiriman masa depan yang dijamin. Tren yang sedang berlangsung ini dapat menyebabkan peningkatan pengawasan terhadap kelangsungan Bitcoin sebagai investasi dibandingkan dengan aset tradisional.
Sekilas
- Basis berjangka saat ini untuk Bitcoin telah negatif selama 157 hari. Ini adalah salah satu rentang terpanjang yang tercatat, mendekati rekor tertinggi 160 hari sebelumnya. Kesenjangan antara harga berjangka dan spot menunjukkan sentimen pasar berubah. Tren ini memiliki implikasi untuk strategi investasi jangka panjang dalam cryptocurrency. Investor diminta untuk memantau perkembangan ini dengan cermat.
Angka-angka
Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran $ 64.000 hingga $ 65.000, yang menggambarkan pertarungan antara pembeli dan penjual. Tindakan harga ini menandakan tekanan pasar yang kuat karena investor menimbang implikasi memegang Bitcoin dibandingkan investasi yang lebih tradisional seperti obligasi Treasury. Volume tetap stagnan, mencerminkan kewaspadaan di antara pedagang saat mereka menilai dinamika yang berkembang di lanskap crypto.
Bitcoin berfungsi sebagai mata uang digital terdesentralisasi yang telah mendapatkan daya tarik sebagai investasi spekulatif dan penyimpanan nilai. Yurisdiksi atas praktik perdagangan Bitcoin berada di bawah yurisdiksi berbagai badan pengatur, termasuk Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), yang mengawasi pasar berjangka di AS. Kerangka peraturan ini sangat penting dalam menjaga integritas pasar dan melindungi investor.
Mata di Tingkat Ini
Pedagang harus mengawasi indikator ekonomi makro dan perkembangan peraturan yang dapat mempengaruhi posisi Bitcoin. Memahami tren basis futures saat ini akan sangat penting untuk mengukur harapan pasar dan pergerakan harga potensial. Seiring perkembangan situasi, kemampuan Bitcoin untuk merebut kembali posisinya terhadap obligasi Treasury akan secara signifikan mempengaruhi sentimen pedagang dan strategi investasi ke depan.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak merupakan saran keuangan.
Referensi
Ikuti kami di Google News
Dapatkan wawasan dan pembaruan crypto terbaru.
Pos Terkait

Bitcoin Faces Record 157 Days Under Treasury Yield, Says Bitfinex
Archisha Mondal
Author

NEAR Protocol Highlights Need for Onchain Euro Solutions in MiCA Era
Aritra Sarkar
Author

Bitcoin’s Payment Method Window Has Closed, Says MARA’s Fred Thiel
Kanishka Bothra
Author